Monday, November 4, 2013

Ruangku telah kembali. Masih utuh, hanya sedikit berdebu dan banyak jaring laba-laba di sudut.
Melewati setiap huruf-huruf usang yang sudah rapuh, bahkan sudah membatu dan menjadi artefak di ruangan ini. Ah! sudahlah, bukankah kita nantinya akan menjadi artefak ?
Ini sudah larut, sepertinya bulan pun sudah dimakan raksasa malam ini. Esok akan ada banyak cerita yang mengharu biru yang bisa kau lihat di jelaga-jelaga yang dibuat oleh dunia.

Selamat malam.

Sunday, January 16, 2011

Titik Cahaya

Menghitung usia yang berguguran, dari angka-angka di atas kalender
Menggugurkan satusatu angka tiap tahun.
Masa depan adalah cahaya yang akan kupetik
yang masih kutelusuri bias-biasnya.
Semua masih abu, bukan biru putih maupun jingga,
tetapi abu .. ya,, abu !

Dan untukmu, terima kasih, telah menggenggam ku
Menarik ku saat aku mulai meragu.
Terima kasih telah sedikit menghalau dahagaku, dengan meneteskan embun
yang kau bawa dari dasar hatimu.
Terima kasih atas rasa damai yang kau bawa.
Semoga kasih Allah selalu tercurah untukmu, untuk ku dan juga untuk kita.


16012011
08.55 pm

Wednesday, February 3, 2010

kepada senja

Kali ini biarkan aku berbicara lagi tentang senja, senja yang merah, senja yang jingga, senja yang memantulkan sinar kecantikannya.
Ya, senja ! aku jatuh cinta pada senja, tanpa alasan, dan tanpa sebab apapun! Begitupun dengan kau, aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, atau kapan, atau darimana, aku mencintaimu lurus, tanpa macam-macam tanpa kebanggaan. Demikianlah aku mencintaimu karena aku tak tahu cara lainnya,
Beginilah: dimana aku tiada, juga kau begitu dekat sehingga tanganmu di dadaku adalah tanganku, begitu dekat sehingga ketika matamu terpejam akupun jatuh tertidur.

Kau tahu ? semalam aku mencuri dengar pembicaraan burung-burung gagak yang hinggap diatas atap rumahku, sepertinya mereka sedang berbincang mengenai apa yang membuatmu tidak hadir dalam malammalam ku, seperti sebelumnya.

Mereka menyempurnakan kegelisahanku padamu, mengisyaratkan apaapa yang belum aku ketahuai sebelumnya.

Berjanjilah sayang, bahwa jika nanti ada kekuatan lain yang mengharuskan kita berhenti berjalan, ceritakanlah nanti pada dunia bahwa cerita kita adalah yang paling hebat yang pernah kita punya.


Bali, 30 January 2010

10.30 malam.

Wednesday, February 18, 2009

Doa Yang Indah

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab, tidak. itu bukan kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkanya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyempurnakan kecacatanku.
Tuhan menjawab, tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkan kepadaku kesabaran.
Tuhan menjawab, tidak. Kesabaran hasil dari keslitan, itu tidak dihadiahkan tetapi untuk depelajari.

Aku meminta Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjwab, tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan tergantung padamu
Aku meminta Tuhan untuk menjauhkanku dari penderitaan.
Tuhan menjawab, tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepada-Ku

Aku meminta Tuhan untuk membunuh rohku.
Tuhan menjawab, tidak. Kau harus menumbuhkanya sendiri, tetapi aku akan memangkas untuk membuatmu berubah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab, tidak. Aku memberimu hidup sehingga kau bisa menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain.
Tuhan menjawab....Ahhhhh, akhirnya kau mengerti.
HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN KAU SIA-SIAKAN.
Tuhan memberkatimu. Bagi dunia kau mingkin hanyalah seseorang, tetapi nagi seseorang kau mungkin dunianya.

Sunday, January 18, 2009

kali ini, biarkan jiwa kita terluka
oleh jarak atau titiktitik hitam dalam peta
biarkan semua hanya pertanda bahwa airmata
masih akan setia membangun sungai dalam dada
sebab akan ada saatnya bagi kita
untuk meremukkan jarak
menggunting skala pada peta
hingga satu tetaplah satu, tak lagi seribu
biarkan rindu itu berteriak di tebing hati
memantul di lembahlembah jiwa

Tuesday, December 23, 2008

Duh Gusti ...
dimudahkan langkahku ditiap jalan-Mu
aku menunggumu
entah sampai kapan . .

Wednesday, December 10, 2008

Ya Allah perbaiki untukku agamaku pelindung segala urusanku
perbaiki duniaku tempat kehidupanku
perbaiki akhiratku tempat kembaliku
jadikanlah hidup tempat bagiku berbuat segala kebajikan
jadikanlah matiku tempat peristirahatan dari segala kejahatan

Ya Allah jadikanlah aku hamba-Mu yang banyak mengingatmu
banyak mensyukuri nikmat-Mu, merendahkan diri keharibaan-Mu,
dan senantiasa berserah diri kepada-Mu

Tuhanku terimalah taubatku, bersihkanlah dosaku, kabulkanlah doaku, kuatkanlah alasanku,
tunjukilah alasanku, luruskanlah perkataanku dan lenyapkan keburukan hatiku.

Ya Allah tutupilah aku dari segala yang memalukanku, tentramkanlah aku dari rasa takut
Ya Allah aku mohon kepada-Mu sebaik-baik permintaan sebaik baik doa, sebaik baik keberuntungan dan sebaik baik pahala.

Ya Allah jangan biarkan diri kami suatu dosa kecuali Kau ampuni
jangan Kau biarkan cacat kecuali Kau tutupi
jangan Kau biarkan kesusahan kecualai kau bukakan jalan keluar
jangan kau biarkan hutang kecuali Kau lunaskan

Ya Allah sesungguhnya Engkau maha pendengar segala pembicaraanku, melihat tempatku berada, mengetahui yan rahasia san yang nyata dariku, dan tiada satupun keadaanku yang luput dari pengetahuan-Mu.



* Ya Rabb panggil-lah aku menuju tanah haram-Mu

Thursday, November 13, 2008

Rindu

Hey...
aku kembali ..
sepertinya akan banyak cerita tertumpah disini..
aku rindu bergumul dengan huruf huruf
menangisi kata kata
dan mencumbui kalimat kalimat..


Ps : yogi kamu dimana ???

Wednesday, February 22, 2006

Dan kabut itu pun hilang
:Reyna

Terlihat jelas cahaya diwajahmu,semburat kebahagiaan terpancar.Kabut masa silam perlahan lenyap bahkan hilang sudah.Tergantikan oleh titik-titik embun yang menyejukan hatimu ditiap tetesannya.

Kau bahagia? tentu saja.Sebab cintamu telah kau dapat.Sejak lama kau berjalan dalam kabut bahkan samapi menutupi penglihatanmu.Kau tetap berjalan dengan lilin yang ada ditanganmu,walaupun terkadang lelehanya menyakitimu.Cukup sudah air mata terbuang sia-sia,penantian panjang akan segera berakhir.Dan lihat di ujung sana pelangi siap menyambutmu dengan suasana dan hati yang baru.Saatnya akan tiba sebentar lagi.Malam akan tergantikan oleh pagi itu pasti!! dan janji Tuhan takkan pernah ingkar.Sambut kebahagiaanmu dengan senyum paling indah.

Monday, February 20, 2006

Memori 14

Awalnya aku dan kau adalah satu rasa,pun saat senja belum sepenuhnya pudar dan malam belum sepenuhnya kelam,kau dan aku selalu menyatu.
Sunggu begitu banyak kenangan yang pantas kurangkumkan sajak.Sajak untukmu.Namun tinta tak jua mengalir deras untuk tuntaskan sajakku untukmu.Seiring waktu akupun tersadar kau adalah kau,adalah hatiku hingga sajak tak mampu keluar dari bibirku.Ketika aku adalah satu satunya orang yang dihidupkan pada abu puisi,kau mengajariku segala tentang isi dunia,segala tentang hidup dan kehidupan.Ketika telingaku belum sempurna benar mendengar melodi-melodi indah yang keluar dari petkan-petikan dawaimu,kau telah mengguratkannya di tubuhku.Adakah helai sajakku tertinggal di sekitar tubuhmu?? hingga akhirnya takdir tak menginginkanku berlama lama bersamamu,bersama dengan adanya dirimu.

Kau tahu,langit saat ini benar-benar indah warna biru langit yang menyamar seperti senja jingga sungguh indah kuguratkan pada sajak-sajakku,malam yang indah untuk melamunkan tentangmu,bintang-bintang kecil mulai menunjukkan sinarnya, cantik! bersemburat diangkasa.Ingin rasanya kutumpahkan perasanku pada sebuah gelas dimana waktu menjadi airnya.Tapi entah kapan waktu akan tumpah?

Kini, sudah lama aku tak melihatmu,tak bersamamu,tak mendengar suaramu.Rinduku mengalahkan sepi,namun tetap juga aku tak mampu melukiskan rinduku dalam sajakku,aku melihatmu juauh,tapi tetap selalu bercahaya dalam hatiku.Seperti matahari.

Bali pukul 20.00 malam

Wednesday, January 18, 2006

:r.m

Entahlah,malam ini dalam benaku hanya ada dia,lelaki yang kemarin mengisi lembarlembar cerita dalam harihariku,lelaki yang aku harap menjadi calon ayah bagi puisipuisiku dengan nadanada indah yang dia punya,menyatu menjadi sebuah simphoni yang indah.semakin aku melupakanya semakin nyata dia ada,semakin jelas terdengar kekeh panjangnya,tawa lebarnya menari nari di depan mataku.

Duh!Gusti!ujian kali ini terasa berat,aku sadar dengan sedikit kun fa yakunMu semua terjadi dan terjadilah...
Aku tersentak
terbangun dari mimpi semalam
pertanda apa ini?

Peluhku mentes dalam udara beku malam itu
aku menggigil,ketakutanku semakin nyata
akulah sang pendosa Tuhan!
Maafkan jika sejenak aku melupakanMu
bukan aku tak mencintaimu bukan!
Anakanak dosa lagilagi menyeretku dalam permainanya

Maafkan aku Tuhan!

Tuesday, December 20, 2005

Aku menyerah!!!! mungkin kata itu yang lebih baik diucapkan,bukan begitu lelakiku?
Aku ingin rumah teduh dalam hatimu
Untuk saat ini esok dan seterusnya...

Monday, December 19, 2005

anjing...!!!!!! ingin aku menulis itu..!!

Saturday, December 10, 2005

berjalanlah dengan peta yang ada di tanganmu...
+Ribuan menara kembali berteriakteriak menyanyikan baitbait kerinduan, kemudian menatapku

"Manusia pernahkah merindu?"

"di negri kami rindu indah tapi menyakitkan"
jawabku dengan lantang.

"bukan, bagi kami rindu itu kematian"

-"tanyakan pada mereka, jika rindu merupakan kematian apakan cinta juga merupakan mayat hidup?"

"di negri kami para manusia selalu mendendangkan baitbait suci cinta dengan penuh suka cita".

+"cinta adalah pembunuhan, terkadang hadir dipasar kekeliruan atau bahkan di senja yang menangis"
sautnya.

"dirumah kami cinta itu persetubuhan"
aku menimpali.

"persetubuhan itu tangisan!"
kemudian ia kembali meneriakan baitbait kerinduan.

-"dia tidak penah menjadi pembunuh, tapi dibunuh!"
"tanyakan pada hatimu apakan ia pernah membunuh cinta yang pernah akan akan singgah?"
"tapi ajaib, dia hidup lagi bukan?"
"dinegriku ianya hidup dengan seribu nyawa".

kolaborasi apik dari seorang kawan yang sayang jika harus dihapus dari inbox handphoneku,selamat kepadamu atas terealisasinya buku kumpulan puisimu.

Wednesday, December 7, 2005

Suatu tempat disudut taman

Kau masih ingat sayang? tempat kita bertemu nanti setelah perjalanan yang melelahkan ini usai? jika kau lupa mari aku bantu mengingat. Kau ingin kita bertemu di sudut taman dimana hanya ada kau dan aku,puisi dan banyak nada nada di sekeliling kita. Tidak ada lagi orangorang yang menyudutkanmu,memvonis mati kau dengan banyak tuduhan dan alasan alasan yang mereka buat. Kau tahu sayang? ketika mereka mulai menyerangkau dari berbagai penjuru,aku mulai limbung,tapi dengan keyakinanmulah aku bisa bangkit,ingin rasanya aku yang tiba terlebih dahulu di tempat itu,menunggumu dengan segala cinta yang kupunya,pun sebaliknya jika kau yang tiba terlebih dahulu tunggulah aku dengan seribu rindu yang kau bawa untukku. Dan seandainya pun kita tak pernah sampai ke tempat itu, ingatlah satu hal bahwa aku tetap mencintaimu....
Sunshine In Your Eyes

pagi belum sempurna betul,saat aku membuka jendela kamar.Udara dingin menyentuh lembut kulitku,aroma pinus mulai menyeruak pagi ini.Dan.. lihat!!! dibalik cemara itu matahari masih malumalu menunjukan dirinya,sinarnya mulai menyelinap diselasela dedaunan,berjalan perlahan, ah...akhirnya sampai juga diwajahku.Sinar ini mengingatkanku pada tatapan lembut seorang lelaki yang selalu menemaniku menikmati senja disetiap sore.
Dan..suatu senja di bulan september..

"Kenapa kau mencintaiku?" tanyamu kala itu,jemarikupun menyentuh bibirmu dan kukecup lembut keningmu.
"Kau tahu,kehangatan sorot matamu saat kau memandangaku adalah karunia terindah yang tak dapat tergantikan oleh apapun didunia ini" jawabku.Kaupun tersenyum merengkuh tubuhku kedalam pelukmu.
"Akupun mencintaimu melebihi rasa cintaku pada nada nada yang kucipta" bisikmu lembut ditelingaku.

Dan kitapun tersenyum bahagia mengiringi berlalunya senja sore itu.

Note:my little sunshine: tetaplah kehangatan itu hanya untukku.